Sabtu, 16 Juli 2016

Potongan Kenangan di Jalan Bernama Rindu

Edit Posted by with No comments

 Potongan Kenangan di Jalan Bernama Rindu
 Picture by Google - diedit by saya


Potongan Kenangan di Jalan Bernama Rindu


Setiap pilihan pasti adalah hal yang sulit untuk kita dekap salah satunya. Entah ini jalan menuju apa? Yang pasti, ini kisah yang telah kupilih dengan dada buncah, hampir pecah mengeping. Tak ada yang mengerti, hanya Tuhan saja yang memahami.

Kutinggalkan semua hidup yang telah kubagi bersama. Kubawa satu dunia saja bersamaku, dunia yang tidak seorang pun dapat masuk ke dalamnya. Karena, hanya berisi aku, Tuhan, hujan dan senja. Itu saja, tak lebih tak kurang.
Kupilih menanti sampai waktu menepi. Memberi jawab tentang lipatan-lipatan tanya dalam ceruk batin, yang tiada henti memenuhi sanubari. Ada janji yang tak pernah bisa kuingkari dalam hati. Ia memberontak, memintaku untuk memenuhi.

Kupilih sendiri sampai angin mengembus satu kabar, membisikkan cerita-cerita yang sejatinya tak pernah ingin kudengar. Karena, di salah satunya, akan ada sembilu membiluri kalbu. Apa itu? Luka? Cinta? Dekap? Empas? Entah! Kutunggu sampai mentari mengerjap dari peraduannya. Menyulam tawa dan air mata pada mata-mata penuh asa. Siapa? Sekali lagi, entah!

Lalu, kupilin benang-benang rindu pada tepian jalan bernama kenangan. Berayun ditiupkan sepoi angin senja. Ada apa? Rinduku bergema, lagi? Untuk siapa? Biar camar terkekeh atas tempurungku yang tak habis melukis satu nama. Dia, ya! Hanya dia saja. Nama itu bergelayut manja pada setiap pembuluh di sekujur raga.

Sampai bersua di petang senja. Saat hujan kembali memeluk untaian rindu yang menyatu dengan aroma tanah basah yang kuhidu.
Untukmu, yang selalu kurindu
Dariku, yang selalu merindu
----------
HK, 20Des'14
alQueen
 Dipublikasikan ulang di blog ini: PM-JakSel, 16 Juli 2016

Link: https://www.wattpad.com/myworks/28760061-potongan-kenangan-di-jalan-bernama-rindu

0 komentar:

Posting Komentar