
Picture by Google - diedit by saya
Potongan Kenangan di Jalan Bernama Rindu
Setiap pilihan pasti
adalah hal yang sulit untuk kita dekap salah satunya. Entah ini jalan
menuju apa? Yang pasti, ini kisah yang telah kupilih dengan dada buncah,
hampir pecah mengeping. Tak ada yang mengerti, hanya Tuhan saja yang
memahami.
Kutinggalkan semua hidup
yang telah kubagi bersama. Kubawa satu dunia saja bersamaku, dunia yang
tidak seorang pun dapat masuk ke dalamnya. Karena, hanya berisi aku,
Tuhan, hujan dan senja. Itu saja, tak lebih tak kurang.
Kupilih menanti sampai
waktu menepi. Memberi jawab tentang lipatan-lipatan tanya dalam ceruk
batin, yang tiada henti memenuhi sanubari. Ada janji yang tak pernah
bisa kuingkari dalam hati. Ia memberontak, memintaku untuk memenuhi.
Kupilih sendiri sampai
angin mengembus satu kabar, membisikkan cerita-cerita yang sejatinya tak
pernah ingin kudengar. Karena, di salah satunya, akan ada sembilu
membiluri kalbu. Apa itu? Luka? Cinta? Dekap? Empas? Entah! Kutunggu
sampai mentari mengerjap dari peraduannya. Menyulam tawa dan air mata
pada mata-mata penuh asa. Siapa? Sekali lagi, entah!
Lalu, kupilin
benang-benang rindu pada tepian jalan bernama kenangan. Berayun
ditiupkan sepoi angin senja. Ada apa? Rinduku bergema, lagi? Untuk siapa?
Biar camar terkekeh atas tempurungku yang tak habis melukis satu nama.
Dia, ya! Hanya dia saja. Nama itu bergelayut manja pada setiap pembuluh
di sekujur raga.
Sampai bersua di petang senja. Saat hujan kembali memeluk untaian rindu yang menyatu dengan aroma tanah basah yang kuhidu.
Untukmu, yang selalu kurindu
Dariku, yang selalu merindu
----------
HK, 20Des'14
alQueen
alQueen
Dipublikasikan ulang di blog ini: PM-JakSel, 16 Juli 2016
Link: https://www.wattpad.com/myworks/28760061-potongan-kenangan-di-jalan-bernama-rindu
0 komentar:
Posting Komentar